Loyalitas Tinggi dari Sang Juru Parkir

January 10th, 2008 by akhshon
Jumat
(4/1), Tasrifin kaget setelah mendapatkan kabar dirinya mendapatkan
penghargaan yang rutin diselenggarkan tiap tutup tahun oleh UPT
Perpustakaan ini. Juru parkir yang telah berkerja dua puluh tahun lebih
di ITS ini belum pernah mendapatkan penghargaan yang menghargai jerih
payahnya. Apa gerangan yang prestasi yang diraih beliau?

Kampus ITS, ITS Online
- Prestasi membanggakan yang patut menjadi teladan bagi semua kalangan
di ITS. Prestasi beliau tidak pernah absen kerja selama satu tahun
periode kerja di Perpustakaan dengan isi buku absen nol besar merupakan
hal yang sulit dicapai oleh karyawan lain di ITS, terutama di UPT
Perpustakaan, karena prestasinya itulah Pak Tasfirin mendapatkan
Penghargaan sebagai pegawai terajin, meskipun beliau baru satu setengah
tahun bekerja di UPT Perpustakaan, setelah sebelumnya bekerja di KPA
ITS.

Bahkan sebelum dipindah tugaskan dari parkiran Kantor Pusat
Administrasi (KPA) ITS ke parkiran Perpustakaan, Tasrifin yang merantau
dari Rembang ke Surabaya tahun 1977 ini mengakui, selama dua puluh
tahun kerja di parkiran KPA hanya absen satu hari. Itu pun dikarenakan
kerepotan membangun rumahnya di daerah Blok T Perumdos ITS, yang juga
dijadikan kost-kostan ini.

”Saya memang gitu kalau dah kerja,
saya selalu mengutamakan kerjaan dari pada urusan saya sendiri” ujar
Tasrifin yang lahir 5 Juni 1959 ini. Jangankan untuk bolos kerja,
mengambil cuti pun beliau belum pernah. Motivasi yang membuat beliau
sangat rajin dan tekun dalam menjalankan profesinya tidak lain
dikarenakan dirinya sangat menjujung tinggi profesinya, walaupun
sekedar bekerja menjadi juru parkir. Berbagai kondisi cuaca yang
menghadang, tidak pernah dihiraukan beliau mau hujan ataupun panas
terik kota Surabaya.

Usaha beliau yang tekun membuat suami dari
Paijem ini mampu menyekolahkan kedua anaknya yakni Haryono dan
Mariana,dan ada yang sampai ke jenjang bangku perkuliahan. Sesuatu yang
cukup fantatis bagi seorang yang bekerja sebagai juru parkir. Di saat
teman–teman seprofesinya kesusahan buat menyekolahkan anaknya, beliau
mampu mengkuliahkan anaknya. Bahkan rencana beliau mengkuliahkan anak
perempuannya Mariana ke Jurusan Planologi ITS ini membuatnya semakin
keras untuk bekerja mengumpulkan biaya. Tasrifin mengambil jam lebur
guna mendapatkan uang tambahan, tentunya juga dibantu sang istri dengan
membuka warung makan.

Bapak dua anak ini merasa sangat mengerti
betapa penting pendidikan terutama bagi anaknya, dan tentunya bagi
dirinya sendiri. Hal ini beliau dapatkan setelah pengalaman bekerja
dari dosen ITS Prof Ir Soegiono yang juga merupakan mantan Rektor ITS
dan Ir Asjahar Imron MSc MSE PED mantan Dekan Fakultas Teknologi
Kelautan (FTK). Dari dua mantan petinggi ITS itulah beliau menjadi
sadar betul, bahwa tidak ada artinya kalau dirinya hidup tanpa tahu
baca tulis. Pengalaman yang berharga sewaktu bekerja pada dua orang
dosen ITS inilah yang membuat sedikit perubahan berarti bagi Pak
Tasrifin.

Prestasi yang tentunya membuat Tasrifin sangat bangga
ini berbeda dengan banyak dilakukan, misalnya para mahasiswa yang bolos
kuliah atau dosen yang bolos mengajar. Seandainya kita semua dapat
mencontoh Tasrifin yang loyal dan menjujung tinggi profesionalitas, ITS
akan mencetak generasi perubahan buat bangsa ini. Kita semua berharap
muncul Pak Tasfirin baru lainnya di segala sektor kampus ITS.(Fn/rif)

Hidup ini……..

November 25th, 2007 by akhshon

Hidup ini
Hidup ini…  Naik dan turun. Ada kalanya baik, ada
kalanya tidak baik. Ada kalanya menang, dan ada kalanya kalah. Ada
kalanya kita di atas dan ada kalanya di bawah. Ada kalanya begitu
banyak hal baik datang. Ada kalanya hal buruk datang bertubi-tubi.

Hidup ini… unik. Begitu unik. Semakin kesana, tekanan semakin
nyata. Berputar dan bergoncang semakin keras. Bisa datang seketika.
Mengejutkan… dan menghentak hidupmu.

Sakit memang…
Saat-saat dimana kita
Gagal mencapai apa yang terbaik.
Dibohongi oleh orang yang paling kita percaya.
Dikhianati oleh sahabat sendiri.
Dipandang rendah oleh orang lain.
Mengharapkan sesuatu… namun tak kunjung datang.

Atau mungkin
kehilangan orang yang kita cintai…

Banyak…
Terlalu banyak hal yang bisa membuat sakit.
Terlalu banyak hal yang berpotensi membuat kita kecewa.

Tapi… life must go on, kan?

No matter what happen in your life, the thing is life must go on.

Hidup tetap harus jalan terus. Jadi, kawan bertahanlah menghadapi
tekanan. Berpikirlah bahwa ada sesuatu yang baik di depan sana.
Percayalah bahwa kemenangan masih ada… selama kamu tidak menyerah
untuk mencapainya.

Kekalahan muncul bukan ketika kamu kurang baik ketika dibandingkan dengan orang lain.
Kekalahan muncul ketika kamu berhenti untuk berusaha… di saat kesempatan masih ada.

[Hapsari Wirastuti Susetianingtyas]

[opo iyo to yo.....] SUKSES

November 15th, 2007 by akhshon

KATANYA:
Jalan menuju sukses TIDAK lurus
Ada tikungan yang bernama kegagalan
Bunderan yang bernama kebingungan
Tanjakan yang bernama teman

Lampu merah yang bernama musuh
Lampu kuning yang bernama keluarga
Engkau akan mengalami ban kempes bernama pekerjaan

TETAPI BILA engkau memiliki ban serep bernama NIAT yang teguh dan mesin yang bernama KETEKUNAN
Anda Akan bisa berhasil

Gus Dur…Asyik Gitu Loh!

November 8th, 2007 by akhshon

Keliru besar kalau Anda menyangka bahwa Gus Dur cuma pujaan khusus
kalangan dewasa dan orang-orang politik saja. Mau bukti? Buku bertitel
Gus Dur…Asyik Gitu Loh akan membalikkan anggapan Anda selama ini.

Buku
karya Maia Rasyida, siswi Sekolah Menengah Universal (SMU) Qaryah
Thayyibah, ini membingkai kekaguman remaja terhadap sosok Gus Dur
dengan bahasa khas anak gaul sekarang. Namun isinya tetap bernas.

Ini
dapat dicermati dari lembar-lembar tulisannya. Di awal, misalnya, kita
bisa melihatnya dengan baik dalam soal penggambaran fisik Gus Dur.

“Gus
Dur itu ganteng? Setuju banget. Tepatnya, good looking abis. Rasanya
nggak perlu lagi sibuk hunting cowok muda yang segar dan punya perut
six pack. Gus Dur (memang) jika dilihat dari struktur wajah mungkin
masih boleh dibilang kalah jauh sama Brad Pitt atau aktor siapalah itu
yang bisa bikin cewek-cewek yang ngelihat langsung teriak histeris.
Diliat dari postur badan juga boleh dikatakan Gus Dur masih jauh dari
sempurna….Tapi kenapa kita bisa lebih betah mandangin wajah Gus Dur
daripada para icon cover boy yang banyak nampang di majalah remaja
itu?” (hlm. 11)

Dara kelahiran 1987 ini punya jawabnya. Gus
Dur enak dipandang sebab beliau memiliki segudang kharismatik dan inner
beauty luar biasa. Tak lain ia adalah seorang intelektual yang menata
hidupnya dengan akhlak dan selalu disirami dengan ilmu. Waktu SD saja
Gus Dur sudah akrab dengan karya-karya Karl Marx, catatan-catatan
pemikir Marxisme, dan berbagai macam buku filsafat.

Kita dapat pula membaca komentar Maia terhadap pembelaan Gus Dur atas goyangan Inul yang kontroversial itu.

“Sikap
Gus Dur membela Inul dari kecaman orang-orang yang mengaku Islam adalah
cerminan sikap Rasulullah. Rasulullah gak perlu pake kekerasan ketika
mendidik umatnya yang masih belum tau. Karna Gus Dur tau betul Inul itu
belum begitu tau agama, maka dia mengayominya dengan cara yang kalem.
Menunjukkan begitulah Islam. Mengajak berpikir, tak boleh keras, dan
sangat menghormati perbedaan pemikiran,” (hlm. 39).

Sikap
bijak Maia ini, bagi penulis, melebihi kadar usianya. Bahkan melampaui
penentang Inul, yang sebagiannya, terang benderang tidak menunjukkan
kematangan usia mereka dalam merespon isu yang sama. Mereka tak mampu
menyampaikan perbedaan pendapat dengan santun. Cuma berani unjuk
kekuatan saja layaknya preman (berjubah).

Lain lagi soal
korupsi. Maia prihatin betul dengan korupsi dan pengadilan yang tak
kunjung unjuk gigi. Maia salut dengan gaya Gus Dur yang potong kompas
demi mengamputasi budaya korupsi secara radikal.

“Korupsi udah
nggak mau tau tempat lagi. Ini mungkin satu hal yang yang menyebabkan
negeri ini menjadi hopeless untuk bisa bersih…pengadilan juga udah
banyak yang punya dwifungsi. So..biar pengadilan jadi layak disebut
adil dan terpercaya, kira-kira gimana yah caranya? Nggak ada harapan
banget nih. Kuncinya emang pemimpin mesti tegas dan bersih. Berani dan
tanggung jawab dunia wal akherat. Kaya’ Gus Dur ajalah. Santai gitu.
Tinggal pecat sana pecat sini. Asyik tuh. Nggak bertele-tele dan habis.
Meski beresiko tinggi, ya emang begitu kan resikonya jadi orang jadi
orang nomor satu? Begitu kan resikonya seorang pembela kebenaran?” (h.
52).

Mendengar ini, para politikus, aparat penegak hukum, dan
tentu saja para koruptor itu sendiri selayaknya merenung. Atau malah
malu. Sebab, remaja yang masih bau kencur saja tahu dan bisa memilih
yang terbaik; bahwa kebenaran dan kebersihan mestilah dijadikan
pegangan hidup seperti dipraktikkan Gus Dur. Bukan berlindung di balik
kebohongan atau justru menggadaikan diri dengan kekuasaan. Padahal,
mereka tahu perkara ini lebih dalam dan lebih banyak ketimbang seorang
remaja seumuran Maia. Tapi mereka tak mau melakukannya.

Buku
setebal 98 hlm ini layak baca untuk semua kalangan. Diksinya
renyah—namun tak sampai jatuh pada kegenitan remaja yang kadangkala
membikin tulisan menjadi barisan kosakata prokem yang tak ada isi sama
sekali.

Meski begitu, ia tetaplah buku bergizi tinggi. Ini
dapat dilihat dari rujukan pendapat Maia; mulai dari puisi-puisi Gus
Mus, cerita-cerita Abu Nawas, Sirah Nabawiyah sampai kaidah-kaidah
fiqhiyyah yang lumayan rumit.

Buku ini gue banget buat para
teman remaja. Para orang tua tidak perlu khawatir membaca buku ini.
Dijamin tidak akan merasa digurui. Justru mereka dijadikan teman bicara
yang setara.

Mungkin [kah segala derita di jiwa Akan terubat kini]

October 15th, 2007 by akhshon

hari ini gw kembali menjalani hidup di kampuzz :(
you know… menyedihkan banget. Ini kampus bener-bener kayak kota mati.
bukan kayak lagi, tapi emang bener mati. Sunyi senyap… kalo siang hanya suara burung-burung yang asyik bernyanyi dan bersorak ceria. kalo malem hanya suara jangkrik dan konco2 nya yang berorkestra menembangkan kidung-kidung malam.
[yang menurutku c ndak ada bagus2nya :d, mungkin itulah bacaan tasbihnya jangkrik sepanjang malam, disaat manusia2 terlena dan lupa pada Tuhan nya].

Pagi ini gw ndak ngerti apa yang harus gw lakuin, dari dulu aku tuch justru ndak produktif kalo sendiri, gw bener-bener ndak bisa yang namanya menyendiri dalam kamar. mungkin buat sebagian [mungkin malah kebanyakan] orang justru saat2 seperti ini adalah saat yang dirindukan, karena bisa fokus dan konsentrasi penuh.
Dulu c waktu SMP aku juga gitu.. suka belajar sendiri di kamar…
ditemenin buku-buku, ngerjain PR, baca-baca buku sendiri. Sekarang gw heran dulu aku kok bisa enjoy yach hidup kayak gitu :D.

Mungkin episode hidup nyantri di Darul Ulum yang membuat semuanya berubah dan bener-bener membentuk watak dan kepribadian gw. di Darul Ulum gw tinggal dalam satu kamar berpenghuni 20 biji. Kebayang ndak c satu kamar yang dak gede2 amat [7 x 7 m] diisi 20 orang. Yach nyatanya gw bisa survive dan enjoy selama 3 tahun ha ha ha… dari bilik sederhana nan bersahaja itulah saya mendapat pelajaran banyak tentang arti ‘kesederhanaan’ ‘kebersamaan’ ’setia kawan’ ‘tenggang rasa’ ‘kesabaran’ . yang mungkin sulit dicari di tempat lain. Gw yakin temen-temen gw juga merasakan perasaan yang sama dengan gw, merindukan tempat itu. karena di tempat itu telah terjadi seribu satu kisah yang tak mudah terlupakan dalam hidup ini, saat2 kita tidur bersama hanya beralas lantai kayu dan carpet dingin tanpa kasur, tanpa bantal bak ikan pindang berjejer rapi. Saat-saat Mandi bareng di common bath room.Saat-saat kita tertawa, guyonan, dan gojlokan yang kadang-kadang kebablasan. Saat-saat error bareng: ngintip cewek, nonton bxkxx bareng :D. saat2 menegangkan dan terjadi konflik di kamar kita. semuanya mengajarkan kita sebuah proses kedewasaan.

Mungkin karena terbiasa rame, dan bareng-bareng gw terbiasa belajar di tengah2 keramaian  kayak gitu [ha ha bohong banget... sebenarnya c  jujur  malah dak pernah belajar kecuali kadang2 saja, gimana mo beljar  di tempat ramai kayak gitu] , tapi  toh kita semua juga lulus… Darul Ulum tetep terbaik di kab. Jombang, Darul Ulum tetep tak terkalahkan SMA Negeri paling Favourite di Jombang :D.

Jamanya kuliah di ITS Surabaya gw nyaris memfungsikan kost hanya untuk naruh baju dan numpang mandi doang. karena gw bener2 dak bisa berdiam diri di kamar, apalagi sendiri. gw berangkat kuliah pagi jam 8 balik menjelang maghrib, cuman buat mandi dan ganti baju doang, setelah maghrib gw kembali ke kampus bergabung dengan komunitas penghuni lab. sampek pagi, busyet… di ITS kampuzz nya bener-bener hidup 24 jam. Yang jelas asyik banyak temanya… yang kedua bisa internetan gratis… mahasiswa gt lowh: jaman itu di Surabaya 1 jam internet rp. 3500.


ha ha ha… ceritanya kok jadi ngelantur gini yach..
back to the point:
ya ceritanya gw pagi dak ngerti apa yang mesti gw lakuin, sebenarnya banyak c yang harus saya kerjain: marking, bikin proposal ICT competition, nyiapain Conference di Petaling jaya, Nyuci, bersih2 kamar, dan main duty : My Research. cuman secara suasananya masih aidil fitri, sepi lagi jadi rasanya dak bergairah untuk beraktivitas, melamun dan menghayal seandainya lebaran dirumah.. hu hu….
ndak mutu banget dech….
Jadi yach pagi ini gw cuman menulis blog yang dak penting ini, gak papa lah.. setidaknya saya menghasilkan sesuatu [walaupun hanya sebuah postingan blog] hari ini he he… yang mungkin suatu saat bisa dikenang dan mengingatkan aku, bahwa saya pernah ngalamin hal seperti ini :D.
Ngeblog sambil dengerin lagunya Anwar Zain. ‘Mungkin’ gw repeat forever. Kenapa saya suka lagu ini, karena liriknya pas banget dengan apa yg gw pernah dan sedang saya rasakan, ini neh liriknya:

Mungkin

Biarkanlah saja diriku sendirian tanpamu
Biarkanlah aku merindu sekian lama
Bukan maksud untuk membisu
Sepi tanpa kata
Terpisahnya kita kerana mengejar impian

(Korus)
Mungkinkan bersama
Dua jiwa ini
Dalam mencari cinta sejati (nan suci)
Mungkinkah segala derita di jiwa
Akan terubat kini

Biarkanlah saja diriku sepi tanpa kata
Terpisahnya kita kerana
Mengejar impian

(Ulang korus)

Hanya satu pintaku
Sabarlah menanti
Ku kan pulang bersama cinta

jujur saja gw sebenarnya baru teu lagu ini dua hari yang lalu, dari Iwan. pas KARAOKE di Berjaya Town Square. Iwan karaoke nyanyian lagu ini.. bagus banget bo… touching heart banget [secara suara Iwan emang bagus kalee].
eh ternyata setelah aku dapet .mp3 nya dari multiply  haha… ndak banget dech suara penyanyi aslinya [Anuar Zein] gmn gt , terlalu banyak  efek suara kumbang nya.. ngeng.. ngeng.. kalo ndak karena liriknya yang touch my heart gw dak bakalan dech lagu ini. kok bisa ya Iwan menyanyikan lagu ini lebih apik, ato cuman persepsi saya saja :p.

Oh ya ceritanya kemaren gw ceritanya lebaran di KL bareng ma Iwan, yudo, lintang [semuanga Undergraduate student, kecuali aq] :D, wes tuek kok jalanya masih sama anak muda :D ha ha.. tak pe lah biar awet muda…. ndak penting dengan siapa saya jalan. Life must go ahead. sebenarnya lebaran mo bareng dedy kerumah Syams anak Malay di Trengganu dan Pahang. Cuman karena jadwalnya yang rencana berangkat jam 6 ditunda jam 11 gw langsung kehilangan mood, padahal malamnya gw udah semangat banget… nyeterika baju sampek jam 1 dini hari.
Terus lama lagi 10 hari dirumah orang…. ndak banget, gw orangnya agak sungkanan di rumah orang. dan emang dah janjian duluan mo ke lebaran di KL.
tapi lumayan juga lebaran di KL, setidaknya dak sedih sendirian di kamar meratapi ndak balik kampoeng :D. he he… meski dak jadi ke Genting high land. akhirnya kita bisa juga enjoy main-main di Berjaya Town Square. main mainan anak-anak semacam Dufan Indoor. Gila tau ndak…….. qt naek mobil2 an yang biasa dinaiki anak2 balita :D tapi asyik lucu menertawai diri sendiri. Sempet juga Karaoke di tempat yang sama… gila juga seumur2 baru kali ini KARAOKE di tempat begituan… tp asyik juga ternyata bisa merefresh beban pikiran. Terakhir Nonton di Curve Damanshara film radak ngeri dikit Skinwalker. ha ha….
Nonton? ndak banget sebenarnya…. dari dulu aq paling dak suka yang namanya Nonton, dan pasti tertidur… nonton awalnya doang, tertidur, bangun2 dah selesai Film nya he he…
[Sorry ya kemaren gw pura2 enjoy the film, actually ndak blas]
Dari dulu emang kayak gt… dulu waktu di ITS gw kan nyambi jadi programmer part timer di sebuah software house deket2 kampus situ. Nah tiap malam selasa [PAHE:Paket Hemat] setidaknya sebulan sekali ada acara nonton bareng, dibayarin ma perusahaan tempatku kerja itu. Bagus juga c.. tujuanya selain buat refreshing yang lebih penting menjaga kekompakan team, karena emang kita team work kudu bener2 solid. Tapi mo gimana lagi yak… namanya juga dak suka masak mo memaksa diri… tau ndak memaksa diri sendiri itu lebih sulit daripada memaksa orang lain he he… tapi aq juga heran teman sekantor semua suka nonton, kecuali aku.. bener kata salah satu temenq: aku ini "Majhulun Fil Arldli Wamashurun Fissamak" alias Aneh Bin Ajaib. Tapi saya sering juga terpaksa ikutan nonton, karena kehabisan alasan yang tepat untuk menolak atau karena dinasehati sama teman kantor dia bilang kalo ndak ikutan, di bilang ‘Kamu ndak Asyik’ , ‘Ndak Kompak’ de el el.  sebenarnya gw dun care c… cuman lama2 gatel juga ini telinga dan ada benernya juga, apa salahnya sekedar ikutan biar nampak seolah2 solid, walaupun cuman tidor, tapi gimanapun juga itu namanya mereka bersenang2 diatas penderitaanku. kenapa ndak cuba acaranya  sekali-kali Nonton Panggung Dangdut di THR (Taman Hiburan Rakyat) kek. ha ha….
yach  gimanapun juga the Majority dimana2 selalu jadi pembenaran umum.

Yang asyik nech kemaren di Shah Alam gw akhirnya masih bisa menikmati KETUPAT ma LEMANG [kalo di jawa namanya LEPET] lumayan…. pengobat rindu kampoeng. tapi makanya dak pakek Opor ayam makanya pakek rendang. Rendang ayam, beef, dan lamb. Plus sea food kesukaan gw: LOBSTER gede2 dan CUMI-CUMI mantap abizz dech pokoknya.


Yach gt dech penggalan cerita lebaran di Kuala Lumpur. yang seharusnya dirayakan di kampoeng. Thank buat Iwan, Yudo, Lintang  4 kebersamaanya :D Ahmad 4 makan2ya , Frizt n Assad 4 apartmnya. And Sorry banget buat Mbak Afni, Om Irul, Om idin, Om Amin … ndak jadi ke rumah…. laen waktu aja yak…. abis  gw maen situ malah ke Pinang.

:)
di Kamarku yang sunyi senyap, pagi hari buta, saat dak ngerti mo ngapain
16-10-2007
BackSound: Mungkin [Anuar Zain].

it is Like a candle lights

October 6th, 2007 by akhshon

Seperti lilin kecil itu…
sejak kau nyalakan ianya di  suatu saat itu.
nan setia memberikan sepenuh cahanya ..
tuk menerangi sudut gelap hatimu.

tetapi….
sang lilin melupakan dirinya…
terus membakar dan membakar tubuhnya sendiri.
dan…
akhirnya lilin itupun padam dan dilupakan untuk
selama-lamanya.

You know the candle is me.

di satu pagi Ramadlan yang Indah :)

October 5th, 2007 by akhshon

alhamdulilah pagi ini hatiku girang banget (yang jelas bukan tante girang lowh.. :d).
aku nikmati suasana pagi nan indah, udara yang sejuk, mentari pagi yg sedang malu-malu menampakkan diri di ufuk timur mengiringi langkah-langkah kecil kakiku , menyusuri jalan-jalan yang terbentang nan jauh dari masjid Annur UTP ke my Lovely Village[beneran jauh lowh 1.5 km boo..]. Masih mengenakan sarung, kaos, dan jaket item UTP tapi tanpa kopiah [abiz selama di UTP dah 3 kali kopiahq menghilang tanpa pesan meninggalkan kepalaku ini :d] bener-bener aku menikmati pagi yang indah banget ini, sambil menyanyi-nyanyi kecil, mendendangkan nasyidnya SNADA: "dengarlah…kicau burung2 bernyanyi, menyambut mentari pagi, indah dan berseri.. dst". Ini adalah kali pertama saya menikmati pagi, di bulan ramadlan ini, yang ternyata sungguh luar biasa indahnya, biasanya c abis subuhan, tadarus bentar, belajar sambil tertidur… ha ha… bangun2 jam 09.00.

Semalam ROHIS PPI UTP abis ngadakan I’tikaf dan sahur bareng… alhamdulilah pesertanya banyak bo.. 20 orang [ha ha... udah banyak euy dari 100 orang seluruh pelajar indonesia di UTP] , tapi sayang anak Undergraduate nya yg dateng cuman 5 biji doang :d, tapi harap maklumlah meski malam sabtu mereka pada sibuk belajar dan ngerjakan assignment2, salutt.. dech, rajin-rajin sangat. sehingga tak heran jika student Indonesia di UTP hampir semua IPK nya berkisar 3.9, 3.8, 3.7  gila abis…
prestasi yang membanggakan. saluuut.. dech.

I’tikaf semalem diisi kajian Tafsir Surat Albaqarah ayat 40-42. yang menceritakan tentang Bani Israel, yang disampaikan oleh Ust. Wawan [Phd student from UGM]. Meski cuman 3 ayat cukup padet banget materinya. dan peserta alhamdulilah cukup antusias. meskipun towh ada beberapa yang TIDOR ha ha.. termasuk saya yang jadi moderator. :d.

Abis qiyaumullail….. pukul 05.00 ada sahur gratis bo…. di masjid kampus ini selain nyediain buka bersama gratis, juga nyediain sahur gratis untuk 10 malam Ramadlan terakhir. menunya lumayan lowh… NASI AYAM or NASI LEMAK sambilnya tuch enak banget…. :d, bian aja sampek piringnya dijilati .. ha ha… dasar Bian jorok. Minumnya teh hangat…. lumayan banget. kalo beli ini mah RM 4 aka 10.000 rupiah.
ha ha.. dasar mahasiswa otaknya tetep mahasiswa saja.

Lepas subuh ada kajian menarik dari Ustd Raditya Sukmana, MA. membahas kajian tentang "Islamic Economics". Sebenarnya rencananya mau diisi oleh DR Ugi Suharto, cuman beliau berhalangan hadir. Ternyata Ust Adit ini dari Surabaya [dosen unair] yang sekarang lagi ambil Phd di UIA (Universiti Islam Antar Bangsa Malaysia). Selain memberi penjelasan singkat tentang Islamic Social Sector [Zakat, Infak, Shadaqah] dan Islamic Banking beliau juga bercerita pengalamannya ketika ambil master di Atlanta USA. cerita banyak ttg bagaimana Islam adalah agama yang paling cepat pertumbuhanya di negara paman syam itu.

okey, makasih buat teman2 yang udah dateng pada acara I’tikaf ini.

Deep Regret

October 4th, 2007 by akhshon

aku bener-bener nyesel malam ini.
nyesel…. banget…. telah mengingkari janjian ama seorang teman.
la wong wes janjian bareng, malah aku tinggal duluan. sementar dia yang aku tinggalin nungguin aku.
kurang ajar banget ancene aq.
bagiku merasa bersalah/mendzalimi itu lebih menyiksa daripada terdzalimi.
Oh Friend Forgive Me. Maafin Ane.

Kursi TIDOR

September 26th, 2007 by akhshon

salah satu tempat paling best yang paling aku demenin di UTP adalah IRC a.k.a Information Resource Centre a.k.a Pusat Sumber Maklumat a.k.a Perpustakaan gitu loh.
Tempat ini berada di chancellor complex, gedung iconya UTP, yang barusan ini mendapat penghargaan sebagai salah satu dari sembilan bangunan best-architecture di dunia [apa se malaysia saja yak? lupa euy..]
Kalo U berada di tempat ini neh… u bakal merasakan kenyamanan yang senyaman-nyamanya. :) .
Buat yang hobi baca buku, wow tentu sahaja IRC ini adalah syurganya para kutu-kutu buku itu. bukunya asyik2 loh…. diantara yang paling best buat aku adalah buku2 social and humanities dan business management. padahal di UTP ndak ada jurusan teknik satupun. tapi jangan salah…. ndak kalah dengan kampus yang ada jurusan sosialnya.
Buat yang hobi internetan, disediain juga PC yang jumlahnya banyak banget yang dak perlu pakek ngantri :), lebih nyaman kalo bawa laptop, selain WIFI disini kenceng banget … kamu bisa buka situs apa saja tanpa takut di banned kalo pakek PC. biasnya c aq pakek nonton transtv online [http://transtvonline.blogspot.com]. ato yang suka download2 anim tuch .. pasti seneng banget.
Dan juga neh, buat yang hobinya TIDOR :D . ada satu tempat yang aku sebut kursi tidor. Tempatnya tuch macam ruang tamu di lantai 3, kursinya warna hitam empuk, nyaman..banget, ada mejanya pulak. seingatku setiap aku liat di itu kursi pasti dech ada…ajah yang sedang tidur indah disitu. ndak hanya cowok loh… cewek juga sering aku liat tertidur[atau emang sengaja tidor, dan bisa bayangin kan gimana kalo cewek sedang tertidur dipajang di t4 umum] disitu. ada juga pasangan cowok cewek tidor bareng disitu.
Pemandangan yang ndak sedap banget, kapan hari tuch aku liat pasangan student india item lagi tertidur berdua disitu. posisinya saling berpelukan di kursi, dan kedua wajah mereka saling beradu.
Aku heran juga… kenapa ya setiap orang yang duduk disitu selalu tertidur.
aku curiga, jangan2 di tempat itu ada raja setan tidurnya kalee…
ha ha… makanya aku kagak pernah berani duduk disitu.
jangankan di kursi ada raja setan tidurnya… dimanapun, bahkan sholat taraweh pun bisa tertidur :D
^ ^

Ms Nureen

September 17th, 2007 by akhshon

I feel very lucky meet her this semester.
how ’s kind of her.
She always has time for me.
tireless efforts and commitments to help me.
She frequently phones me just to ask something about my research. although i have never called her. :)
She kindly give me book, paper, presentation file, and anything supporting my research.
She is so humble. Every time i meet her, she always end our discussion with words: ‘Very Nice to meet u, I can learn much new knowledge and information from u’.
Thank You very much Sis..
You are one that keep me fight doing my Unpredictable Research @ UTP.
Allah loves U.

^ ^